:: Humas | Pemkab Penajam Paser Utara ::

Register

HUMAS PPU | Penajam Paser Utara

PPU Telah Berjaya Diusia Muda (Bagian 2 habis)

Ciptakan Berbagai Gagasan Mendorong Kesejahteraan Masyarakat

Selain mendorong aktifitas perekonomian di wilayahnya,
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H. Yusran Aspar dan Wakil Bupati PPU,
H. Mustaqim MZ juga tak melupakan untuk terus meningkatkan kesejahteraan
masyarakat di daerahnya melalui berbagai inovasi dan gagasan cemerlang yang diciptakan.

Dilihat: 4926

Selengkapnya: PPU Telah Berjaya Diusia Muda (Bagian 2 habis)

PPU Telah Berjaya Diusia Muda (Bagian 1)

Mampu Sejajar Dengan Kabupaten/Kota di Kaltim

PENAJAM -  Diusianya yang masih tergolong muda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dapat dikatakan telah berjaya dan mampu sejajar dengan kabupaten/kota  lainnya di Kaltim. Betapa tidak, Kabupaten PPU yang pada 11 Maret mendatang baru genap berusia 15 tahun tersebut, telah merenda berbagai prestasi gemilang bagi daerahnya bahkan hingga tingkat nasional.

Dilihat: 4945

Selengkapnya: PPU Telah Berjaya Diusia Muda (Bagian 1)

Menengok Pembangunan Water Front City Kabupaten Siak (Bagian 2 Habis)

Dirancang Mirip Sungai Seine di Prancis
Catatan Subur Priono
(Humas Sekretariat Kabupaten PPU)

Jika anda pernah berkunjung ke Kabupaten Siak, maka anda akan menemukan turap indah dikawasan pasar lama Siak. Dulunya turap tersebut diperuntukkan sebagai penahan abrasi dibibir sungai, kini kawasan yang sebelumnya kumuh itu disulap menjadi megah dan menawan yang menjadi salah satu objek wisata unggulan di kota Siak. Pembangunan turap ini dirancang dengan konsep Water Front City (WFC), bahkan kini diklaim banyak kalangan mirip sungai seine di Prancis.
Pembangunan WFC yang ada di Kabupaten Siak kota Pekanbaru Riau tersebut memang dirancang untuk tujuan wisata bagi masyarakat. Dimana, pada kawasan tersebut telah dibangun beberapa sarana penunjang, sarana bermain, jogging dan beberapa sarana infrastruktur lainnya. Program penataan WFC dilakukan untuk memperindah pinggiran Sungai Siak. Sehingga, dapat menjadi kawasan yang memiliki nilai arsitektur yang menarik dan ramah lingkungan.
Selain itu, beberapa gedung baru sebelumnya juga dibangun, seperti Kantor KPU Riau, Asrama Haji, Sekolah Tinggi Ilmu Guru, Sekolah Yayasan An-Nur, dan Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi Riau juga telah melakukan sosialisasi pembebasan lahan masyarakat di tepian Sungai Siak, Pekanbaru.
Rencana penataan pinggiran Sungai Siak dengan mengusung konsep WFC mendapat respon positif masyarakat. Hanya saja program tersebut idealnya harus disosialisasikan ke publik. Sehingga masyarakat memahami tujuan dan manfaat dari program tersebut. 
Pengamat menilai, pengembangan WFC disana bersentuhan langsung dengan masyarakat.  Konsep ini sangat bagus sekali, Pengembangan WFC berperan dalam meninikatkan daya tarik dan keindahan Sungai Siak serta Kota Pekanbaru. Pengembangan konsep WFC  juga berperan sebagai peningkatan kebersihan dan keasrian lingkungan, khususnya pinggiran Sungai Siak.
Walaupun wacana tersebut memang sudah pernah didengungkan sejak 10 tahun yang lalu di kabupaten itu, namun sampai saat baru dapat terealisasi. Karena program tersebut memiliki nilai substansi positif jika dapat diterapkan dan dikelola secara proporsional. Pemerintah Kota Pekanbaru juga telah membentuk lembaga atau badan untuk pengelolaan kawasan tersebut.
Sejak awal pembangunan, WFC di titik beratkan dari jembatan Siak I ke Tanjung Rhu. Konsepnya akan ada perhotelan, tempat rekreasi, industri kreatif serta restoran dan fasilitas lainnya sehingga menjadi industri pariwisata.
Konsep pembangunan WFC sejalan dengan apa yang telah digagas oleh Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H. Yusran Aspar. Sejak awal kepemimpinannya di tanah benua taka tersebut, WFC merupakan salah satu cita-cita pemerintah daerah untuk menciptakan wajah yang sesungguhnya kabupaten muda itu.
Dikatakan Yusran Aspar,  WFC merupakan salah satu zona pembangunan di Kabupaten PPU yang meliputi wilayah pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan Selat  Makasar. Dimana  rencananya dibangun di sepanjang Coastal Road di wilayah Pantai Nipahnipah, Sungai Parit.
 
Hal ini menurutnya juga sejalan dengan rencana pembangunan jembatan Tol teluk Balikpapan melalui titik Nipahnipah-Melawai. “Jika water front city terwujud, pastilah wajah PPU sangat menarik. Apalagi dengan adanya pembangunan jembatan PPU- Balikpapan melalui titik Nipahnipah-Melawai  pastilah akan melengkapi ikon di PPU,“ungkapnya.
     Menurut Yusran Aspar, pembangunan memang harus membutuhkan sebuah perencanaan yang matang. Dengan kata lain, jika pembangunan yang ada tidak melalui perencanaan dengan baik sejak dini, maka bisa dipastikan wujud pembangunan kedepan akan berantakan atau tidak tertata dengan baik. Semoga segera terwujud. (***)

Dilihat: 4977

Bupati Resmi menjadi Ketua Mabicab

Bupati Yusran Aspar Resmi dilantik oleh Kwartir Daerah Kaltim, M. Hatta Zainal

PENAJAM-Bupati Yusran Aspar Resmi dilantik oleh Kwartir Daerah Kaltim, M. Hatta Zainal menjadi Ketua Mabicab gerakan Pramuka Kabupaten Penajam Paser Utara Pereode 2015-2019. Prosesi pelantikan di pusatkan di Gedung Olahraga SMPN 21 Penajam, Kecamatan Penajam pada Rabu (18/2).

Dalam sambutan tertulis Bupati menyebutkan, Didirikan gerakan pramuka adalah menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi muda yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur, memiliki kecerdasan dan ketrampilan yang tinggi, sehat jasmaninya, serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Dilihat: 927

Selengkapnya: Bupati Resmi menjadi Ketua Mabicab

© 2015 Kehumasan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Telepon : 0542 7211400 Fax : 0542 7211515 e-Mail : [email protected]

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?