:: Humas | Pemkab Penajam Paser Utara ::

Register

HUMAS PPU | Penajam Paser Utara

PENGUMUMAN LOMBA FOTO DALAM RANGKA HUT PPU KE-14 “WAJAH PARIWISATA, SENI DAN BUDAYA PENAJAM PASER UTARA” TAHUN 2016

PEMERINTAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA   

PENGUMUMAN
LOMBA FOTO DALAM RANGKA HUT PPU KE-14
“WAJAH PARIWISATA, SENI DAN BUDAYA PENAJAM PASER UTARA”
TAHUN 2016

 

A.    Ketentuan Lomba
       1.    Ketentuan Umum:
              a.     Terbuka untuk umum, warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang tinggal di Kalimantan

                      Timur.
              b.     Foto tidak mengandung SARA
              c.     Objek foto harus diambil di wilayah administrasi Kabupaten Penajam Paser Utara.
              d.     Setiap peserta mengumpulkan maksimal 3 (tiga) foto  dengan tema Nature, Culture dan Adventure).
              e.     Foto yang diikut sertakan dalam lomba merupakan hasil karya yang diambil sendiri (20 Februari s/d 09

                      Maret 2016).
              f.      Foto belum pernah dipublikasikan di media cetak/social media dan belum pernah memenangkan

                      penghargaan dalam lomba fotografi apapun.
              g.     Foto yang diikutsertakan dalam lomba adalah hasil foto dari pemotretan menggunakan kamera Digital.
              h.     Semua file yang diterima oleh panitia sudah berupa flashdisk / memory card ( disetor langsung ) atau

                      email ke: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. dengan subject “WAJAH PARIWISATA, SENI DAN BUDAYA

                      PENAJAM PASER UTARA”
               i.     Pengumpulan foto paling lambat Hari Rabu, 9 Maret 2016 pkl 12.00 Wita.
               j.     Foto yang telah dikumpulkan tidak boleh ditarik kembali/ditukar.
               k.    Seluruh karya foto yang diikutsertakan dalam lomba, menjadi hak guna Pemerintah Kabupaten Penajam

                      Paser Utara untuk kepentingan Promosi, dan Hak Cipta tetap dimiliki oleh Fotografer.
               l.     Pengumuman juara lomba foto “WAJAH PARIWISATA, SENI DAN BUDAYA PENAJAM PASER UTARA”

                     diumumkan pada tanggal 11 Maret 2016;
      

        2.    Ketentuan Khusus Lomba
               a.    Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, dan

                      saturasi warna) tanpa merubah keaslian objek.
               b.    Tidak diperbolehkan mengumpulkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan

                      montage) dan menghilangkan/mengubah elemen-elemen dalam satu foto.
               c.     Foto yang dikumpulkan harus mempunyai sisi terpanjang minimal 2000 pixel (dengan format 3 : 2,

                      4 : 3, 16 : 9, 16 : 10) tidak diperkenankan Panorama dan square, disimpan dalam format JPG dengan 

                      High Resolution 300 dpi.
               d.    Foto yang dikumpulkan harus menyertakan nama dan lokasi, serta direname di foto ( bukan buat

                      watermark di dalam foto).
               e.    Contoh penamaan : Nama peserta_lokasi ‪#‎Contoh‬ : helena_goawkp
               f.     Foto yang dikumpulkan lengkap dengan data exif file foto.
               g.    Dengan mengikuti lomba berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah

                      ditetapkan oleh panitia.
               h.    Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap tidak

                      memenuhi ketentuan.
               i.     Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.
               j.     Pendaftaran Peserta lomba foto “WAJAH PARIWISATA, SENI DAN BUDAYA PENAJAM PASER UTARA” tidak

                      dipungut biaya apapun;
               k.    Kontak Person : Helena (085346770030) Pin BBM : 2BC09D7A
               l.     Total Hadiah Rp. 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah);

                                                                                                                           Penajam, 18 Febuari 2016

 

Dilihat: 786

Makna Substansial Pembangunan Jembatan Tol PPU-Balikpapan

Oleh : Subur Priono (Staf Humas Setkab PPU)


Apresiasi terhadap rencana pembangunan jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) terus mengalir dan tersemai di banyak media. Setidaknya hal itulah yang ada dalam beberapa waktu belakangan ini. Terlihat nyata banyak tulisan membincangkan positif negatifnya pembangunan jembatan Tol Balikpapan-PPU bagi masyarakat. Baik PPU, Balikpapan maupun Kaltim. Apalagi kabarnya jembatan dengan panjang 5,7kilometer itu akan segera dibangun dalam waktu dekat.
Ada tulisan yang mempertanyakan siapkah masyarakat menyambut industrialisasi dengan mempertimbangkan dampak dan bahayanya jika terbangun jembatan tersebut. Karena dianggap  teluk balikpapan yang ada merupakan jalur perminyakan pertamina bawah laut, belum lagi masalah lainnya seperti mau dibawa kemana para pelaku usaha perkapalan baik di PPU maupun Balikpapan  yang digunakan masyarakat sebagai transfortasi penyebrangan utama selama ini dan sebagainya. Namun tidak sedikit juga mereka yang memotret prospek atau peluang perekonmian masyarakat PPU akan  laju berkembang jika jembatan itu sudah benar-benar ada. 
Selama ini khususnya masyarakat PPU dan Kalimantan pada umumnya untuk menuju kota Balikpapan, Samarinda dan sekitarnya dihadapkan dengan dua pilihan. Jika mereka melalui jalur laut, maka alternatif yang digunakan adalah melalui tranfortasi laut. Di PPU ada pelabuhan kapal Ferry penyebrangan bagi penumpang manusia maupun kendaraan. Ada juga sarana transfortasi laut lainnya seperti speed boat dan kapal kelotok yang merupakan anggkutan laut primadona di PPU selama ini.
Namun angkutan kapal Ferry yang digunakan menyita banyak waktu. Umumnya penyeberangan tersebut harus ditempuh selama 1 sampai 2 jam perjalanan. Belum lagi jika waktu-waktu tertentu seperti hari besar Idul fitri, Natal dan sebagainya. Kondisi transfortasi laut ini sangat memperihatinkan. Bahkan antri kendaraan roda dua maupun empat dalam situasi itu mengalami lonjakan hingga antrian beberapa kilometer. Sementara untuk angkutan speed boat dan kelotok sangat terbatas, karena hanya melayani angkutan manusia. Paling bisa kelotok mengankut kendaraan roda dua.
Pilihan kedua adalah melalui jalur darat, yang menghubungkan silkar Kelurahan petung dengan Samboja kilometer 38 Balikpapan. Namun jarak yang harus ditempuh lumayan jauh. Hampir mencapai 100 kilometer melingkar melalui kecamatan sepaku. Belum lagi ditambah kondisi jalan yang memang kurang baik. Kalau dihitung-hitung, perjalanan darat ini juga harus ditempuh selama lebih kurang 2- 3 jam perjalanan untuk tembus ke kota Balikpapan. Namun apa dikata, hanya ada dua pilihan alternatif yang tersedia selama ini. Sehingga jalur  pilihan keduanya inipun tetap ramai digunakan baik masyarakat PPU maupun kalimantan pada umumnya.
 Memang selama ini PPU merupakan pintu gerbang kalimantan khususnya wilayah selatan seperti Kalimantan selatan, Kalimantan barat, kalimantan tengah dan sebagainya. sehingga intensitas pengguna jalan di PPU tergolong tinggi. Sarana jembatan Tol PPU balikpapan adalah merupakan salah satu jawaban bagi kemudahan transfortasi penyeberangan selama ini.


Jembatan Tol PPU-Balikpapan sebagai jawaban


Karena itu, dengan adanya jembatan Tol PPU-Balikpapan, di samping untuk mempermudah transportasi utama, jalur itu juga dianggap sebagai salah satu prasarana ekonomi yang sangat penting untuk meningkatkan mobilitas manusia, barang, dan modal menuju PPU. Artinya, jembatan ini akan menjadi penentu masa depan pembangunan masyarakat khususnya PPU dan Kaltim kalimantan pada umumnya.
Betapa tidak, Jika jembatan Tol PPU-Balikpapan telah terbangun, diperkirakan perjalanan yang ditempuh menyebrangi teluk ini hanya memakan waktu selama 5-10 menit. Padahal selama ini tanpa jembatan harus menghabiskan waktu hingga berjam-jam. Selain  itu perluasan pembangunan kota balikpapan yang memang telah padat dipastikan akan menuju PPU yang merupakan daerah terdekatnya. Secara langsung akan menguntungkan bagi masing-masing daerah.
Bupati PPU Yusran Aspar bahkan pernah mewacanakan PPU akan menjadi kota Mice atau kota pertemuan  jika jembatan kelak terbangun. Yaitu kota pertemuan terbaik di Indonesia yang jauh dari kemacetan seperti pada umumnya kota-kota besar yan ada selama ini.
  Bayangkan kata dia, bandara-PPU hanya akan ditempuh selama 5-10 menit perjalanan jika jembatan terbangun. Saat ini PPU telah  punya fasilitas stadion memadai, punya GOR, Islamic Center, komplek perkantoran yang modern dan sebagainya. Tinggal kedepan membangun sarana lainnya sebagai penunjang seperti gedung-gedung pertemuan untuk melengkapi itu.
Kemajuan dari dampak sebuah pembangunan jembatan juga dapat dapat dilihat dan dicontohkan seperti pembangunan jembatan Surabaya-Madura ( Suramadu) saat itu. Ketika pembangunan jembatan sepanjang 5,3 kilometer tersebut baru mulai terbangun, berbagai insfrastruktur pembangunan di wilayah Madura khusunya secara langsung mulai bermunculan. Mulai pabrik-pabrik hingga pusat-pusat perbelanjaan mulai terlihat. Padahal Madura sebelumnya ibarat kota mati yang masyarakatnya sebagian besar memilih  merantau ke daerah orang. Ini adalah salah satu dampak fositif adanya pembangunan jembatan.
Fasilitas jalan penghubung memang  merupakan penentu bagi kemajuan suatu daerah. Jika fasilitas itu baik maka dipastikan daerah tersebut lebih cepat berkembang. Pembangunan jembatan Tol PPU- Balikpapan diharapkan menjadi  sebuah fasilitas besar yang dapat memberikan dampak fositif bagi kemajuan suatu daerah. Keberadaan fasilitas ini memang sangat dibutuhkan sebagai penghubung Balikpapan dan Kabupaten PPU yang merupakan pintu gerbang kalimantan. Semoga terwujud, amiin.

Dilihat: 915

PERCEPATAN PEMBANGUNAN ‘’PUSTIN’’ DI KAWASAN INDUSTRI BULUMINUNG

PENAJAM- Rapat terbatas pembangunan Pusat Sains, Teknologi dan Industri Nuklir (PUSTIN) di Ruang Rapat Tepian I Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Timur Hari Senin tanggal 22 Februari 2016 Pukul 12.00 WITA yang di pimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur.
PUSTIN merupakan area terpadu, dimana terdapat berbagai fasilitas dengan SDM yang memadai dengan berbasis tekhnologi nuklir dalam satu tatanan yang saling berkaitan dan saling menunjang. Selain itu, PUSTIN juga bermanfaat bagi pendidikan/ pelatihan, riset, pengembangan dan inovasi berdasarkan standard keselamatan yang tinggi, aplikasi di berbagai bidang, pusat temu dunia iptek dan usaha, serta menjadi wahana wisata sains.
PUSTIN juga merupakan bagian dari Science and Technology Park (STP) yang dirancang oleh Kementerian Ristek Dikti yang berlokasi di Buluminung dengan luas total 4.808 Ha, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). PUSTIN sendiri memiliki luas sekitar 20 Ha.
Kunjungan Kerja yang dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir (BATAN) dalam rangka Persiapan Pembangunan PUSTIN Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dalam percepatan pelaksanaan program pembangunan tersebut maka pihak BATAN Jakarta secara institusi siap membantu secara teknis dan melakukan pertemuan dengan pihak terkait. Sehingga pihak-pihak terkait yang hadir dalam rapat terbatas dengan mendengarkan pemaparan masing-masing presentasi dari Kepala BATAN Prof Dr. Djarot Sulistio Wisnu Broto, Kepala Litbang Provinsi Kalimantan Timur Prof Dr. H. Dwi Nugroho Hidayanto, M.Pd, dan Tim Expert BATAN Yos Suphi, M.Sc.
Pustin ini harus dilakukan secara benar, baik pagunya, manajemen pengelolaannya harus efektif dan efisien sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan. Gubernur Kalimantan  Timur menyakinkan bahwa program ini harus terwujud dengan dukungan dari BATAN. Kewenangan untuk tenaga nuklir tersebut berada di pusat. Namun, perlu dipersiapkan study kelayakan kepada semua pihak. Presentasi dari pihak BATAN, Kepala Litbang dan Tim expert disatukan yang ditanggapi oleh Gubernur Kaltim dan menjadi satu konsep yang akan di dapatkan di Komisi VII. Istilah PUSTIN ini agar di kenal bagi kalangan umum disesuaikan dengan nama techno park, Nuclear Science Techno Park (Taman Sains dan teknologi nuklir). Humas9

Dilihat: 805

Migas Turun, Dana Bagi Hasil PPU Terkoreksi

Bupati Yusran Aspar : Mensiasati agar Semua Tetap Dapat Berjalan

PENAJAM. Dalam penetapan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2016, asumsi penerimaan negara dari sektor Minyak dan Gas ( Migas) dikisaran 50 dollar AS perbarel, namun kenyataan yang terjadi saat ini harga minyak dunia berada dibawah 50 dollar AS perbarel, bahkan sempat menyentuh hingga 27 dollar AS perbarel.

Dilihat: 882

Selengkapnya: Migas Turun, Dana Bagi Hasil PPU Terkoreksi

© 2015 Kehumasan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Telepon : 0542 7211400 Fax : 0542 7211515 e-Mail : [email protected]

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?